Monday, 9 May 2016

Peradaban Yunani Kuno



Yunani Kuno adalah peradaban yang dimulai dari periode Yunani Arkais pada abad ke-8 sampai ke-6 SM, hingga berahirnya Zaman Kuno dan dimulainya Abad Pertengahan Awal. Peradaban ini mencapai puncaknya pada periode Yunani Klasik.

Istilah "Yunani Kuno" diterapkan pada wilayah yang menggunakan bahasa Yunani pada Zaman Kuno. Wilayahnya tidak hanya terbatas pada semenanjung Yunani modern, tapi juga termasuk wilayah lain yang didiami orang-orang Yunani, di antaranya Siprus dan Kepulauan Aigea, pesisir Anatolia, Sisilia dan bagian selatan Italia (dikenal sebagai Yunani Besar), serta pemukiman Yunani lain. Oleh sebagian besar sejarawan, peradaban ini dianggap merupakan peletak dasar bagi Peradaban Barat. Budaya Yunani memberi pengaruh kuat bagi Kekaisaran Romawi, yang selanjutnya meneruskan versinya ke bagian lain Eropa. Peradaban Yunani Kuno juga sangat berpengaruh pada bahasa, politik, sistem pendidikan, filsafat, ilmu, dan seni, mendorong Renaisans di Eropa Barat, dan bangkit kembali pada masa kebangkitan Neo-Klasik pada abad ke-18 dan ke-19 di Eropa dan Amerika.

Munculnya peradaban Yunani bermula dari kerajaan Kreta yang menguasai hampir semua kota-kota perdagangan penting Yunani dan wilayah-wilayah lain di sekitar Laut tengah pada sekitar 1250 SM. Salah satu kota pusat perdagangan yang merupakan koloni kerajaan Kreta adalah Mycenae. Setelah Kereta runtuh, kota pelabuhan Mycenae menggantikan peranan kerajaan Kreta.


Kota Kuno Mycenae

Keadaan Geografis Yunani Kuno

Letak geografis Yunani terletak di Ujung Selatan Semenanjung Balkan. Selain di daratan tersebut wilayahnya juga meliputi pulau di Laut Aegeia. Batas-batas Yunani sekarang ini di utara berbatasan dengan Albania, Macedonia, Bulgaria dan Turki, di timur adalah Laut Aegeia, di selatan adalah Laut Tengah dan di barat adalah Laut Ionia (Anatolia).


Kesatuan politik itu disebut Polis dan Negara Kota (City State) yang wilayahnya meliputi kota itu sendiri dan daerah sekitarnya. Tanah Yunani yang bergunung-gunung pada umumnya kurang subur. Di lereng pegunungan masyarakat dapat menanam gandum serta anggur. Untuk mencari daerah yang subur maka para petani (disebut Colonus) meninggalkan negerinya dan mendirikan daerah koloni di sekitar Yunani. Selain kegiatan pertanian, masyarakat Yunani juga mengembangkan perekonomian melalui kegiatan pelayaran dan perdagangan. karena letaknya yang strategis di perairan Laut Tengah. Bangsa Yunani merupakan campuran antara penduduk asli dan pendatang yang berasal dari padang rumput sekitar Laut Kaspia. Mereka termasuk Ras Indo Jerman yang disebut bangsa Hellas yang gagah berani. Mereka berimigrasi sejak tahun 1400 Sebelum Masehi, kemudian menetap di berbagai daerah.

Suku bangsa Doria menetap di jazirah Peloponesos dengan polis utamanya Sparta. Suku bangsa Ionia menetap di jazirah Attica dengan polis utamanya Athena. Suku bangsa Aeolia menetap di Yunani Utara dengan polis utamanya Delphi. Kehidupan masyarakat Yunani yang mendiami wilayah beriklim mediteran yang selalu hangat dan segar memungkinkan bersikap optimis dan berwatak riang. Suasana langit yang terang tanpa banyak awan di daerah Attica (Athena) juga menyebabkan semangat penduduknya tinggi dan kreasinya menonjol.

Sistem Politik Pemerintahan Yunani Kuno

Sistem pemerintahan Yunani Kuna sangat beragam. Hal ini disebabkan karena masing-masing wilayah (Polis) memiliki sistem pemerintahan sendiri-sendiri. Diantara polis-polis tersebut, polis Sparta dan Athena adalah yang paling terkenal. Tata pemerintahan Sparta diperoleh dari Lycurgus (900 SM) yang memiliki sifat aristokrasi militer, dimana kaum bangsawan memiliki peran sentral dalam pemerintahan. Pemimpin pemerintahan dipegang oleh dua orang raja yang masing-masing sama-sama memiliki pasukan. Dalam menjalankan pemerintahan mereka dibantu oleh dewan penasehat yang beranggotakan para orang tua (ephorus) yang berpengaruh.

Sementara tata pemerintahan Athena digariskan oleh Solon (600SM) yang memiliki sifat oligarkis-demokratis. Pemerintahan berada ditangan orang-orang yang dianggap mulia. Tetapi kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat melalui pemilu langsung. Selain Solon, negarawan terkenal lainnya adalah Pericles (460-429) dalam masa pemerintahannya, untuk menjaga keamanan dan stabilitas negara.

Ia mengadakan perjanjian-perjanjian dengan negara atau kerajaan luar, seperti yang pernah dilakukan dengan Persia (448SM) Dan Sparta (446SM) untuk mensejahterakan rakyat, diatur beberapa kebijakan khusus yang berkaitan dengan sistem perdagangan. Dengan adanya pengaturan tersebut telah menjadikan Athena sebagai pusat perdagangan terkenal di laut tengah. Kedua corak pemerintahan beberapa negara modern sekarang dengan sebutan dictator militer dan demokrasi parlementer.


Lycurgus

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Yunani Kuno

Orang-orang Yunani mempunyai peradaban yang maju serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang tinggi. Yunani telah melahirkan beberapa ahli dalam bidang ilmu pengetahuan yang terkenal, seperti:

1. Herodotus (484-425 SM) yang dianggap sebagai Bapak sejarah dunia.
2. Tucydides (460-393 SM), seorang ahli sejarah yang menulis buku tentang peperangan Sparta melawan athena
3. Pythagoras (750-500SM), ahli dalam ilmu pasti atau matematika.
4. Archimedes (287-212 SM) ilmuwan yang menemukan hukum Archimedes.
5. Claudius Ptolomues (ahli ilmu Falak)


Pythagoras

Ahli Matematika dari Yunani

Sastra Yunani Kuno

Karya sastra terkenal Yunani Kuno diantaranya adalah Illiyas dan Odysse, yang keduanya berisi cerita kepahlawanan dan ditulis oleh Homerus pada sekitar abad ke-8 SM. llliyas menceritakan tentang peperangan yang terjadi antara Yunani dan Troya yang berlangsung selama 51 hari. Perang ini disebabkan oleh penculikan yang dilakukan putra mahkota Troya yang bernama Paris atau permaisuri Helena dari Sparta. Sementara Odysse mengisahkan perjalanan kembali tentara Yunani dari perang Troya. Kisah perjalanan tersebut merupakan kisah 40 hari dari 10 tahun peperangan Yunani melawan Troya.

Filsafat Yunani Kuno

Dalam bidang filsafat,Yunani telah melahirkan nama tokoh-tokoh filsuf besar dunia yang pengaruh pemikirannya senantiasa hidup hingga saat sekarang karena menjadi rujukan bagi perkembangan ilmu pengetahuan baik di Timur maupun Barat.

1. Socrates(469-399 SM) terkenal dengan ajarannya tentang ilmu kebijakan dengan mendasarkan pada logika.
2. Plato (427-346 SM) terkenal dengan ajarannya tentang ilmu tatanegara dan undang-undang.
3. Aristoteles (384-322 SM) terkenal dengan ajarannya tentang ilmu biologi
4. Hipokrates yang terkenal dengan ajarannya yang berkaitan dengan kode etik kedokteran.


Plato

Seni Bangunan Yunani Kuno

Terinspirasi akan kepercayaan pada dewa-dewa, bangsa Yunani terdorong untuk membuat bangunan-bangunan indah sebagai monumen.diantarannya yang terkenal adalah kuil Acropolis dan Parthenon yang terletak di kota Athena. Bangunan kuil terkenal lainnya adalah kuil Zeus di bukit Olympus.


Kuil Zeus di Athena

Sistem Kepercayaan dan Budaya Yunani Kuno

Kepercayaanmasyarakat Yunani Kuno bersifat politeisme. Bangsa Yunani mempercayai dan menyembah dewa-dewa yang merekla gambarkan sebagai manusia biasa tetapi lebih sempurna. Dewa terbesar dalam kepercayaan mereka adalah Zeus yang menguasai langit dan bumi serta bertahta dibukit Olympus. Kepercayaan akan adanya manusia setengah Dewa


Zeus

Manusia setengah dewa yang dimaksud dalam kepercayaan Yunani kuna ini umumnya mengacu pada para perwira-perwira tertentu yang memiliki kesaktian tertentu, seperti Paris (penyulut terjadinya perang Troya), Achilles, pahlawan Sparta yang berhasil membunuh Hector (pahlawan dari Troya), Thesus yang berhasil membunuh Minotaurus.


Ilustrasi Thesus melawan Minotaur

Kepercayaan akan ramalan Delphi

Delphi adalah nama tempat tinggal beberapa dewa. Bila masyarakat akan melakukan sesuatu yang besar, mereka akan datang terlebih dahulu ke Delphi untuk memperoleh ramalan.

Sumber :

Google Images
Wikipedia Bahasa Indonesia
Http://www. pembelajaranilmusejarah.blogspot.com
http://sejarah-indonesia-lengkap.blogspot.co.id/2015/12/sejarah-peradaban-yunani-kuno.html

Semoga Bermanfaat

Oleh :

Bima Aji K (08)
Bulqissawa Bias L (09)
Fahrezi Rizal N R (14)
Nastiti Ajeng P (20)
Pertiwi Oktavia S (22)
Shofin Iffat N (26)

Sunday, 8 May 2016

Peradaban Cina



Nama Tiongkok berasal dari kata Chung Kuo yang berarti “Negeri Tengah”. Orang Cina Kuno menganggap negerinya berada di tengah-tengah dunia. Penduduknya disebut Chung Hua yang berarti “Penduduk Negeri Tengah”. Dari kata Chung kuo berubah menjadi Tiongkok, sedangkan dari kata Chung Hua menjadi Tionghoa.


Peradaban Cina Kuno berkembang di kawasan Lembah Sungai Huang Ho (sekarang Huang He). Sungai tersebut berhulu di Pegunungan Kweniun di Tibet dan bermuara di Laut Kuning. Sungai Huang Ho disebut juga Sungai Kuning. Hal itu disebabkan oleh endapan lumpur, sehingga airnya berwarna kekuningan.

Dari lumpur itulah, lembah Sungai Huang Ho dan Sungai Yang Tse Kiang (sekarang bernama Chang Jiang). Di daerah-daerah inilah pertama kalinya tumbuh kebudayaan Cina. namun pada kenyataannya kebudayaan Cina hanya tumbuh di daerah Lembah Sungai Huang Ho.

Masyarakat Cina Kuno telah mengusahakan pertanian di Lembah Sungai Huang Ho sejak tahun 5000 sebelum Masehi. Di tempat itu, mereka bertanam padi, kacang, buah-buahan, dan sayur-mayur. Kebudayaan bertani tersebut dikenal dengan sebutan kebudayaan Yang-Shao.

 
Kehidupan Ekonomi

Pada masa Dinasti Shang, mata pencaharian penduduk Cina Kuno sebagai petani. Para petani saat itu sudah menggunakan bajak untuk mengolah tanah. Selain itu, ada juga yang beternak, berburu dan menangkap ikan. Pada masa Dinasti Chou, kehidupan masyarakat semakin berkembang. Ada yang menjadi pedagang, penenun, pengrajin, penebang kayu dan buruh. Pada masa Dinasti Chin, mata pencaharian utama penduduk adalah petani dan penenun.

Kehidupan Sosial

Dalam kehidupan sosial masyarakat Cina Kuno diatur dalam aturan feodalisme. Kelompok bangsawan berkuasa atas rakyat. Rakyat wajib membayar upeti/pajak kepada bangsawan. Masyarakat Cina Kuno menghormati beberapa kekuatan gaib. Penghormatan itu ditujukan kepada:
Dewa Langit (Syangit) sebagai dewa tertinggi.
Kekuatan alam.
Arwah leluhur.

Sedangkan sistem pemerintahan yang lazim digunakan di Cina ketika itu adalah sistem dinasti. Sistem ini menganut pergantian kekuasaan secara turun-temurun. Dinasti-dinasti yang pernah berkuasa di Cina adalah:
  1. Dinasti Shang
  2. Dinasti Chou
  3. Dinasti Chin
  4. Dinasti Han
  5. Dinasti Tang
  6. Dinasti Shung
1. Dinasti Shang

Pemerintahan Dinasti Shang dipusatkan di kota Anyang di dekat Sungai Kuning. Kota ini merupakan kota tertua dan terpenting di Cina pada masanya. Corak pemerintahan Dinasti Shang dititik beratkan pada bidang militer. Oleh karena itu, prajuritnya ahli dalam berperang dengan menggunakan kereta berkuda yang disertai busur dan anak panah.

2. Dinasti Chou

Pada masa ini, raja-raja menyerahkan tugas pemerintahan kepada para bangsawan. Tugas pemerintahan itu meliputi pengurusan pajak, keamanan dan lain-lain. Sebagai imbalannya para bangsawan memperoleh sebidang tanah yang disebut vazal. Sistem vazal akhirnya merugikan pemerintah, karena sering terjadi kekacauan antar bangsawan meupun pemberontakan. Kemudian Dinasti Chou melemah, dan sebagai gantinya adalah berkuasa Dinasti Chin.

3. Dinasti Chin

Raja yang terkenal pada dinasti ini ialah Kaisar Shin Huang Ti. Dia sangat memperhatikan kemakmuran rakyat. Dalam bidang perdagangan, raja membuat ukuran timbangan yang seragam. Dia merintis hubungan dagang dengan India. Untuk menghadapi serangan bangsa Syung-Nu, dibuatlah tembok raksasa. Tembok raksasa itu kini dikenal dengan sebutan “Great Wall” atau “Tembok Besar Cina”.

4. Dinasti Han

Raja yang terkenal pada dinasti ini adalah Han Hwu Tie. Agama Konfusionisme dijadikan sebagai agama negara. Perdagangan dengan negara-negara lain ditingkatkan. Masyarakat pada dinasti ini sudah dapat membuat kertas. Bahannnya terbuat dari kulit kayu dan kain-kain bekas.

5. Dinasti Tang

Dinasti Tang mengalami kejayaan waktu diperintah oleh Li Shih Min Tang tai Tsung. Bidang seni syair dan seni lukis mengalami kemajuan yang baik.

6. Dinasti Shung

Raja-raja Dinasti Shung sangat memperhatikan bidang seni dan ilmu pengetahuan. Kerajinan porselin juga berkembang dengan baik.

Tiongkok diserang bangsa Mongol di bawah pimpinan Jenghis Khan. Bangsa Mongol berhasil menduduki Tiongkok. Pada abad 14, bangsa Mongol berhasil dikalahkan Tiongkok. Setelah itu Tiongkok diserang oleh bangsa Mansyuria.

Kepercayaan


Kepercayaan Cina Kuno bercorak politeisme. Selain menyembah dewa-dewi, mereka juga memuja roh para leluhur. Menurut kepercayaan Cina Kuno, berbagai peristiwa yang terjadi di dunia ini merupakan kehendak dari para dewa. Peristriwa-peristiwa tersebut mereka catat menjasi suatu kumpulan berupa buku yang disebut Syucing.

Anak laki-laki dalam masyarakat Cina Kuno mempunyai kedudukan istimewa. Hal ini dikarenakan pemujaan terhadap roh para leluhur ini dilakukan dengan upacara tertentu.

Dewa-dewa yang dipuja oleh masyarakat Cina Kuno pada saat itu adalah Shang-ti (dewa langit sekaligus dewa tertinggi), Feng-pa (dewa angin), Lhei-Shih (dewa badai yang digambarkan sebagai naga besar), dan Thai-Shan (dewa penguasa bukit suci).

Filsafat

Masyarakat Cina Kuno memiliki kehidupan dan tradisi yang unik. Tradisi itu terlihat dalam perilaku sehari-hari dan kegiatan keagamaan. Tokoh yang berjasa dalam membangun tradisi itu adalah Kung Fu Tse dan Meng Tse. ajaran filsafat mereka menjadi landasan tradisi Cina Kuno yang tetap berlaku dan dianut oleh masyarakat Cina hingga sekarang.

Ajaran Kung Kung Fu Tse dikenal sebagai konfusianisme. Pokok-pokok ajarannya terletak pada :
Li : adalah adat istiadat
Ren : adalah peri kemanusiaan
I : adalah peri keadilan

Menurut Kung Fu Tse, jika masyarakat memegang teguh Li, Ren, dan I, maka masyarakat akan hidup tenteram dan sejahtera.

Ajaran Meng Tse tidak memberikan pelajaran kepada kaum bangsawan, tetapi memberikan pengetahuan kepada rakyat jelata. Menurut ajaran ini rakyatlah yang terpenting dalam suatu negara.

Begitu pula apabila raja bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat, maka tugas para menteri untuk mengingatkannya. Demikian juga apabila raja mengabaikan peringatan tersebut, maka para menteri wajib menurunkan raja dari tahtanya.

Kebudayaan

kebudayaan pada zaman tersebut, yang meliputi Seni Sastra, Seni bangunan dan Seni kerajinan zaman Cina Kuno.

Seni sastra

 
Pada zaman Cina Kuno, perkembangan seni sastra tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan tulisan. Pada awalnya huruf Cina dibuat dengan sangat sederhana, yaitu satu lambang menunjukkan satu pengertian.

Tulisan ini ditulis pada kulit atau bambu. Baru pada masa kekuasaan dinasti Han ditemukan kertas, sehingga karya sastra mengalami perkembangan yang sangat pesat di Icna.Szima Tzien seorang pujangga pada

zaman dinasti Han telah mengarang kitab sejarah dari masa sejak zaman purba sampai dengan masa pemerintahan Kaisar Han Wu Ti.

Seni bangunan

Seni bangunan yang dihasilkan pada peradaban Cina Kuno adalah sebagai berikut :


1. The Great Wall of China


The Great Wall of China adalah Tembok Besar Cina. Tembok raksasa Cina ini dibangun dalam waktu 18 abad . Tembok Besar Cina dibangun pada masa Dinasti Chin dan selesai pada masa kekuasaan dinasti Ming.

Tembok Besar ini merupakan salah satu keajaiban dunia. Tembok ini disebut besar atau raksasa karena ukurannya. Panjangnya 2.430 Km, lebar 8 m, dan tinggi 16 m. Tembok ini dibangun selama 20 tahun dengan tenaga 1.000.000 orang. Tembok Besar dibangun untuk menahan serangan dari suku-suku Barbar di sebelah utara, seperti suku Hsiung-Nu.

2. Bangunan kuil


 

Bangunan kuil adalah bangunan suci tempat pemujaan para dewa. Kuil yang terkenal di Cina adalah Kuil Dewa Beijing. Kuil ini terbuat dari batu pualam yang dikelilingi oleh tiga pelataran yang indah dan dibagian tengah terdapat tangga yang terbuat dari batu pualam pilihan. Atap bangunan dibuat berlapis tiga. Menurut kepercayaan masyarakat Cina, tangga ini merupakan tangga untuk roh-roh leluhur.

3. Istana

Istana kaisar atau raja Cina dibangun dengan sangat megah dan indah dengan tujuan sebagai tanda penghormatan terhadap kaisar atau raja. Rakyat Cina sangat menghormati kaisar, karena kaisar dipandang sebagai penjelmaan para dewa, sehingga kemegahan istana tidak jauh berbeda dengan kemegahan kuil tempat pemujaan para dewa.


Seni kerajinan

Seni kerajinan masyarakat Cina Kuno adalah lukisan dan keramik. Keramik merupakan ciri khas dan hasil karya masyarakat Cina. Pembuatan keramik mengandung jiwa seni, karena pada benda-benda keramik terdapat berbagai macam bentuk hiasan.


Kelompok 2

Abraham Gamma P (01)
Agas Prayustisio A (03)
Angga Budhi K (05)
Erlangga Bisma K (13)
Hanijaya Intan P (15)
Intan Salfa A (17)
Widyawati (28)
Zulifa Khoirul U (31)

Monday, 4 April 2016

Masa Neolithikum

    Zaman neolithikum juga dapat dikatakan sebagai zaman batu muda. Pada zaman ini telah terjadi revolusi kebudayaan yaitu terjadinya perubaham pola hidup manusia mulai dari pola hidup food gathering digantikan dengan food producing. Hal ini sejalan seiring dengan terjadinya perubahan jenis pendukung kebudayaannya.
    Pada zaman ini telah hidup homo sapiens sebagai pendukung kebudayaan zaman batu baru. mereka seudah mengenal bercocok tanam dan bercocok dengan baik walaupun sederhana. Kepercayaan yang mereka anut pun semakin kuat. Hidup bermasyarakat dengan bergotong royong dan mulai terciptanya tata tertib di masyarakat.

Lebih jelasnya berikut ciri-ciri kehidupan zaman neolithikum :
  1. Sudah ada indikasi kepandaian mengasah dari pendukungnya
  2. Pola hidup menetap (sedenter)
  3. Pola kehidupanya berevolusi dari food gathering menjadi food producing
  4. Sudah bercocok tanam
  5. Kediaman penduduknya diselatan sungai
  6. Masyarakt sudah mulai mengenal bercocok tanam
  7. Masyarakat sudah mulai berternak
  8. Masyarakt mulai hidup menetap
  9. Masyarakat mulai membuat peraturan hidup bersama dalam kelompok
  10. Peralatan sudah dihaluskan dan diberi tangkai
  11. Alat yang digunakan antara lain kapak persegi dan kapak lonjong
  12. Pakaian terbuat dari kulit kayu dan kulit binatang
  13. Perhiasan terbuat dari kulit kerang terrakota dan batu
  14. Menganut kepercayaan animisme dan dianmisme

Monday, 28 March 2016

Penelitian


A. PENGERTIAN PENELITIAN
Penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang dilandaskan pada analisis dan konstruksi yang dilakukan secara metodologis, sistematis dan konsisten yang bertujuan untuk mengungkapkan kebenaran sebagai salah satu manifestasi hasrat untuk mengetahu apa yang sedang dihadapi (Soerjono Soekanto). Dari pengertian tersebut maka penelitian berawal dari curiosity (rasa ingin tahu) manusia

~Jenis –Jenis Penelitian~
1. Penelitian dilihat dari Tujuan
- penelitian Eksploratif, bertujuan menggali secara luas sebab – sebab sesuatu hal
- penelitian Developmental, bertujuan membangun atau mengembangkan suatu hal
- penelitian Verifikatif, bertujaun mengecek kebenaran hasil penelitian yang telah dilakukan atau menguji teori
2. Penelitian Ditinjau dari Pendekatan
- Pendekatan Bujur (Longitudinal), yaitu pendekatan penelitian dengan waktu yang lama terhadap subyek yang sama
- Pendekatan Silang (Cross-sectional) , yaitu pendekatan penelitian dengan waktu yang pendek terhadap subyek yang berbeda
3. Penelitian Ditinjau dari Bidang Ilmu
- Penelitian Bidang Alam
- Penelitian Bidang Ilmu Sosial
- Penelitian Bidang Humaniora
4. Penelitian Ditinjau dari Tempatnya
- Penelitian Laboratorium
- Penelitian Lapangan
- Penelitian Pustaka
5. Penelitian Ditinjau dari Hadirnya Variabel
- Penelitian Deskriptif
- Penelitian Eksperimen
6. Penelitian Dilihat dari Wujud Data
- berdasarkan cara perolehannya ada data primer (data yang didapat dari sumber pertama) dan data sekunder (bukan yang pertama, misal BPS, monografi desa )
- berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi data kuantitatif (data dinyatakan dalam angka) dan kualitatif
- berdasarkan sumbernya dibedakan menjadi data intern (dikumpulkan oleh dan untuk keperluan sendiri) dan ekstern (data dikumpulkan oleh orang lain)
7. Penelitian Ditinjau dari Cara Pembahasannya
- Penelitian deskriptif, yaitu melukiskan, memaparkan, menuliskan dan melaporkan suatu keadaan, objek atau peristiwa secara apa adanya
- Penelitian inferensial melukiskan peristiwa dan menarik kesimpulan umum dari masalah yang diteliti

Kegunaan Penelitian
1. Memperkuat ilmu pengetahuan
2. Membina dan mengembangkan ilmu pengetahuan

Tiga Persyaratan Penelitian
1. Sistematis, yaitu dilaksanakan menurut pola tertentu
2. Terencana, yaitu dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan dan sebelumnya sudah dipikirkan langkah-langkah pelaksanaannya
3. Mengikuti konsep ilmiah, yaitu prinsip memperoleh ilmu pengetahuan

Cara Berfikir Seorang Peneliti
1. Berfikir skeptis, artinya peneliti harus menanyakan bukti atau fakta yang dapat mendukung suatu pernyataan
2. Berfikir analistis, artinya harus selalu menganalisa setiap pernyataan atau persoalan
3. berfikir kritis, artinya harus mendasarkan pikiran dan pendapatnya pada logika serta menimbang berbagai hal secara objektif berdasarkan data dan analisis akal sehat
4. jujur, artinya tidak memasukkan keinginan sendiri ke dalam data
5. terbuka, artinya bersedia memberikan bukti penelitian dan siap menerima pendapat pihak lain tentang hasil penelitiannya

Sikap Seorang Peneliti
1. Objektif, artinya harus memisahkan pendapat pribadi dan fakta
2. Kompeten, artinya memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan penelitian dengan menggunakan metode dan teknik penelitian
3. Faktual, artinya bekerja berdasarkan fakta yang diperoleh

~Perumusan Masalah~
Masalah dapat hanya satu variabel saja tetapi juga dapat dua variabel.
Pedoman perumusan masalah sebagai berikut:
1. ditulis dalam bentuk kalimat tanya
2. dinyatakan dalam kalimat sederhana
3. dalam beberapa jenis penelitian, dapat dipakai sebagai dasar penyusunan hipotesis
4. tidak mempersulit pencarian data
5. harus direfleksikan dalam judul
6. ditulis ringkas, jelas dan padat

~Penetuan topik penelitian~
Penentuan fokus atau topik penelitian merupakan tahap awal dari sebuah penelitian. Hal yang perlu diperhatikan untuk topik yang baik:
1. masalah penelitian harus menarik dan perlu diteliti
2. data dapat diperoleh atau terjangkau
3. hasil penelitian dapat bermanfaat
4. topik yang diangkat merupakan hal yang baru
5. segi subyektif peneliti sendiri, yaitu kesanggupan untuk meneliti, penguasaan metode

Berkaitan dengan penetapan topik penelitian kemudian diteruskan dengan merumuskan judul penelitian. Fungsi judul adalah menunjukkan kepada pembaca mengenai inti dari penelitian. Judul yang baik mencerminkan jenis penelitian, subyek penelitian (siapa yang diteliti untuk menentukan unit sampel), obyek penelitian (untuk menggambarkan variabel yang diteliti), lokasi penelitian dan waktu penelitian.

B. METODE PENELITIAN

Metode penelitian adalah cara atau jalan yang ditempuh oleh peneliti untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan penelitian. Cara disini meliputi antara lain lokasi dan subyek penelitian, metode pengumpulan data dan metode analisa data

Sampel Penelitian
Subyek penelitian adalah pihak yang akan diteliti oleh peneliti. Subyek penelitian dibedajab menjadi dua yaitu populasi dan sampel. Populasi adalah keseluruhan individu yang dicakup dalam unit penelitian. Sampel adalah bagian dari anggot populasi yang secara metodologis dapat dianggap mewakili populasi.

Tujuan Penentuan Sampel adalah dapat menghasilkan gambaran yangdipercaya dari seluruh populasi yang diteliti, menentukan presisi (pembedaan hasil dari sampel) dari hasil penelitian dengan jalan penyimpangan baku dari data yang diperoleh), sederhana dan mudah dilaksanakan karena menghemat waktu, tenaga dan biaya.

~Teknik Pengambilan Sampel~
1. Sampel Probabilitas
Dikatakan sampel probabilitas karena unit-unit sampelnya mengikuti hukum probabilitas, yaitu tiap warga populasi mempunyai peluang dan kemungkinan yang sama untuk terpilih sebagai sampel. Teknik ini disebut juga Teknik Pengambilan Sampel secara Random atau acak. Teknik Random jenisnya adalah:
• Teknik random sederhana (simple random sampling)
• Teknik random atas dasar strata (stratified random sampling)
• Teknik random bertahap atas dasar strata (multi stage probability stratified random sampling)
• Teknik random atas dasar himpunan (cluster random sampling)
2. Sampel Non Probabilitas
• Teknik pengambilan sampel purposif (bertujuan)
Yaitu sampel ditetapkan secara sengaja oleh peneliti, lazimnya didasarkan atas kriteria (ciri-ciri) tertentu atau pertimbangan tertentu
• Teknik pengambilan sampel aksidental (sewaktu-waktu) yaitu pengambilan sampel ”asal pilih” karena alasan hanya ada dalam peristiwa-peristiwa tertentu atau karena tidak setiap saat dapat menemukan sampel
• Teknik pengambilan sampel quota yaitu sampel ditetapkan jumlahnya oleh peneliti atau dengan sistem jatah. Lazimnya digunakan dalam pengumpulan pendapat umum. Penentuan kuota didasarkan pada sifat populasi atau pertimbangan peneliti
• Snowballing Sampling yaitu pengambilan sampel mula-mula dipilih dua atau tiga lalu dilanjutkan berdasarkan informasi yang diberikan oleh responden terdahulu. Biasanya sampel dimulai dari orang yang dianggap paling tahu kondisi lapangan atau disebut key person
Jika keseluruhan populasi dijadikan sampel maka penelitian ini disebut sensus.
Diamping itu terdapat pula teknik pengambilan sampel wilayah yang dilakukan dengan mengambil wakil-wakil dari tiap-tiap wilayah yang terdapat dalam populasi. Untuk menyempurnakan teknik sampel berstrata atau sampel wilayah dilakukan teknik pengambilan sampel proporsi atau sampel imbangan. Tujuan dari teknik ini adalah agar pengambilan sampel representatif, jumlah sampel atau wakil dari setiap wilayah dibuat seimbang sesuai dengan jumlah populasinya.

Tujuan Penentuan Sampel
• Mengadakan pengurangan dari subyek yang diteliti
• Mengadakan generalisasi
• Menonjolkan sifat-sifat umum dari populasi

Data

Data adalah bahan keterangan berupa himpunan fakta, angka, huruf, grafik, tabel, lambang, objek, kondisi dan situasi yang merupakan bahan baku informasi guna mencapai tujuan penelitian.
Syarat data:
1. Objektif, yaitu data sesuai apa adanya atau fakta
2. Representatif, yaitu dapat mewakili
3. Kesalahan baku yang kecil
4. Tepat waktu
5. Harus ada hubungannya dengan persoalan yang dipecahkan

Kegunaan data yaitu untuk mengetahui dan memperoleh gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan yang ada di masyarakat serta membuat keputusan atau memecahkan persoalan.

~Teknik Pengumpulan Data~
1. Studi Kepustakaan atau Dokumen
Yaitu pengumpulan data melalui berbagai sumebr seprti buku, majalah, naskah dan dokumen. Teknik pengumpulan data ini memanfaatkan data sekunder
2. Angket (kuesioner)
Yaitu pengumpulan data dengan penyebaran lembar kertas yang sudah berisi daftar pertanyaan.
Kelebihan metode ini adalah penghematan waktu (dalam satu waktu menjangkau banyak responden) pertanyaan seragam, tidak memerlukan kehadiran peneliti , dapat dijawab dengan jujur karena dapat dibuat anonim (tanpa nama) dan waktu menurut responden
Jenis angket antara lain:
• Tertutup (jawaban sudah tersedia)
• Terbuka (responden bebas menjawab)
• Semi terbuka (jawaban sudah tersedia, tetapi responden diberi alternatif untuk menjawab selain dari jawaban yang sudah disediakan)
3. Wawancara
Pada dasarnya sama dengan angket tetapi pertanyaan diajukan secara lisan. Alat pengumpul data dalam wawancara disebut pedoman wawancara (ada yang tertruktur dan bebas seperti pada angket). Keuntungan dari teknik ini adalah peneliti dapat mengetahu kondisi informan serta ekspresi dari informan. Adapun faktor yang mempengaruhi hasil wawancara adalah peneliti (pewawancara), responden (biasanya dalam wawancara disebut informan karena memberikan pernyataan lisan atau informasi), topik penelitian dan situasi saat wawancara
Adapun sikap yang harus dimiliki oleh pewawancara adalah:
• Netral, artinya tidak memberikan penilaian terhadap hasil informasi
• Ramah, artinya menjaga agar tetap cerah dan ceria
• Adil, artinya tidak memihak terhadap salah satu informan atau waktu yang diberikan sama
• Hindari ketegangan
4. Observasi
Yaitu penggunaan pengamatan atau penginderaan langsung terhadap suatu benda, kondisi, situasi atau perilaku. Alat pengumpul datanya disebut panduan observasi baik berupa anekdot (membuat catatan), menggunakan skala penilaian atau membuat daftar cek.
Jenis observasi:
• Observasi partisipasi, yaitu pengamat ikut terlibat dalam kegiatan yang diamati
• Non partisipan, yaitu pengamat berada diluar dari objek yang diamati

5. Test atau eksperimen
Yaitu perolehan data yang diambil dari hasil test responden atau hasil dari eksperimen yang dikenakan peneliti kepada kelompok ekperimen

~Variabel~

adalah konsep yang mengalami variasi nilai. Variabel independen yaitu variabel bebas atau yang mempengaruhi atau menjadi peneybab berubahnya variabel dependent. Varabel dependen atau terikat yaitu variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Misalnya hubungan antara tingkat pendidikan dengan pendapatan. Tingkat pendidikan sebagai variabel yang mempengaruhi pendapatan.
Ada beberapa jenis hubungan antar variabel:
1. Hubungan Simetris
Hubungan antara variabel disebut memiliki simetris apabila variabel yang satu tidak disebabkan atau dipengaruhi oleh yang lainnya
2. Hubungan Timbal Balik
Merupakan hubungan antar dua variabel yang saling timbal balik, maksudnya adalah satu variabel dapat juga menjadi sebab dan juga akibat terhadap variabel lain demikian pula sebaliknya yang menjadi akibat. Misalnya hubungan antara motivasi belajar dengan minat membaca.
3. Hubungan Asimetris
Hubungan asimetris adalha hubungan antara variabel, yakni satu variabel mempengaruhi variabel lain, namun sifatnya timbal balik. Misalnya tingkat pendapatan mempengaruhi pola konsumsi masyarakat. Pola konsumsi tidak dapat mempengaruhi pendapatan.

~Jenis Data~

Berdasarkan sumber pengambilanya data dibedakan atas dua yaitu sebagai berikut:
Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya. Data primer disebut juga dengan data asli.
Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada. Data ini biasanya diperoleh dari perpustakaan atau dari laporan penelitian terdahulu. Data sekunder ini disebut juga data tersedia.

Berdasarkan sifatnya, data juga dapat dibedakan atas dua, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif merupakan data yang tidak berbentuk bilangan, sedangkan data kuantitatif merupakan data yang berbentuk bilangan.

Berdasarkan tingkat pengukurannya, data dibedakan atas empat yaitu sebagai berikut;
Data nominal

Data nominal merupakan data yang berasal dari pengelompokan peristiwa berdasarkan kategori tertentu, yang perbedaanya hanyalah menunjukkan perbedaan kualitatif.
Data interval

Data interval adalah data yang berasal dari objek atau kategori yang diurutkan berdasarkan akibat tertentu, di mana jarak antara tiap objek adalah sama. Pada data ini, tidak terhadap angka nol mutlak
Data ordinal

Data ordinal adalah data yang berasal dari objek atau kategori yang disusun menurut besarnya, dari tingkat terendah ke tingkat tertinggi atau sebaliknya dengan jarak yang tidak harus sama.
Data rasio

Data rasio adalah data yang menghimpun semua ciri dari data nominal, data ordinal, dan data interval. Angka pada data ini, menunjukkan ukuran yang sebenarnya dari objek yang diukur.

~Angket~

Mailed quesionere memiliki kelebihan:

1. Dalam tehnik ini responden mengisi sendiri sehingga tidak diperlukan wawancara.

2. Dari segi biaya, tehnik ini membutuhkan biaya yang relative murah.

3. Dari segi waktu, tehnik ini menghemat waktu artinya dapat di kirimkan ke berbagai tempat yang berbeda dalam waktu yang serentak, sehingga pengembaliannya dapat diterima dalam waktu yang tidak terlalu lama.

4. Dengan tehnik ini responden dapat lebih leluasa dalam mengisi kuesioner, tanpa rasa sungkan karena tidak ada yang mewawancara.

5. Tidak ada pengaruh dari pewawancara yang memberikan angket/kuesioner tersebut.



Kelemahan dari tehnik mailed Quesionaire adalah

1. Kurang fleksibel

2. Tingkat pengembalian kuesioner yang rendah

3. Tidak dapat mengamati reaksi responden sewaktu menjawab pertanyaan

4. Suasana lingkungan sewaktu responden mengisi kuesioner yang tidak dapat dikontrol. Kemungkinan kuesioner tersebut diisi oleh orang lain bukan oleh si responden

5. Sulit mengontrol responden agar menjawab sesuai dengan urutan pertanyaan dalam kuesioner

6. Tidak dapa menggunakan format kuesioner yang komplek.



~Wawancara~



Jenis

1. Wawancara Terstruktur

Wawancara yang dilaksanakan secara terencana dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya.

2. Wawancara Tidak Terstruktur

Wawancara yang tidak berpedoman pada daftar pertanyaan

3. Wawancara Terpimpin

Wawancara yang berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah disiapkan.

4. Wawancara Bebas

Wawancara yang tidak berpedoman pada daftar pertanyaan

5. Wawancara Individual

Wawancara yang dilakukan oleh seorang pewawancara dengan seorang narasumber atau responden.

6. Wawancara kelompok

Wawancara yang dilakukan oleh seorang pewawancara dengan sekelompok/ sejumlah narasumber/ responden. (dalam waktu dan tempat yang sama)

7. Wawancara Konferensi

a. Wawancara yang dilakukan oleh seorang pewawancara dengan sejumlah narasumber dalam satu tempat dan satu waktu secara bersamaan.

b. Wawancara yang dilakukan oleh sejumlah pewawancara dengan seorang narasumber dalam tempat dan waktu yang bersamaan.

8. Wawancara Terbuka

Wawancara berdasarkan pertanyaan yang tidak terbatas/ tidak terikat jawabannya.

9. Wawancara Tertutup

Wawancara berdasarkan pertanyaan yang terikat/ terbatas jawabannya.



Kelebihan tehnik wawancara antara lain;

a. Wawancara dapat digunakan pada responden yang tidak dapat membaca dan menulis

b. Jika ada pertanyaan yang belum dipahami, pewawancara dapat langsung menjelaskan

c. Pewawancara dapat segera mengecek kebenaran jawaban responden dengan mengajukan pertanyaan pembanding atau dengan melihat wajah atau gerak-gerik responden.



Kekurangan tehnik wawancara tersebut adalah sebagai berikut:

a. Wawancara memerlukan biaya yang sangat besar dalam hal perjalanan dan uang harian bagi pengumpul data

b. Wawancara hanya dapat menjangkau responden yang kecil

c. Kehadiran pewancara mungkin mengganggu responden.

~OBSERVASI~

Pengumpulan data juga dapat dilakukan dengan tehnik oberservasi atau disebut dengan tehnik pengamatan. Artinya, suatu cara yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan informasi data yang merupakan tingkah laku non verbal dari responden.

Kelebihan tehnik observasi
Data yang diperoleh lebih actual dalam arti bahwa data diperoleh dari responden pada saat terjadinya tingkah laku
Keabsahan alat ukur dapat diketahui secara langsung

Kelemahan tehnik observasi;
Untuk memperoleh data yang diharapkan, pengamat harus menunggu dan mengamati sampai tingkah laku yang diharapkan muncul
Beberapa tingkah laku, seperti tingkah laku criminal atau yang bersifat pribadi, sukar atau tidak mungkin, bahkan mungkin dapat membahayakan diri pengamat jika diamati.

Selain berdasarkan berstruktur atau tidak berstrukturnya, tehnik pengamatan/observasi juga dibedakan berdasarkan keterlibatan pengamat dalam lingkungan sasaran pengamatan. Hal ini disebut dengan observasi terlibat (participant observation), yaitu di mana pengamat terlibat atau ikut serta dalam kegiatan warga masyarakat sasaran pengamatannya.

1) Observasi Terlibat.

Dalam observasi ini pengamat mengambil peran sebagai anggota dari lingkungan masyarakat sasaran pengamatannya.

2) Observasi tidak terlibat

Pada observasi ini , interaksi antara pengamat dan responden sebagai sasaran pengamatannya sama sekali tidak terjadi. Pengamat hanya berperan mengamati sasaran pengamatanya, dari luar lingkungan sasaran pengamatanya tersebut.